You Are Here : Home »

Mengingat Kematian Meraih Kemuliaan

Bagi sebagian orang kematian adalah sesuatu yang menakutkan tetapi bagi orang beriman kematian merupakan awal menuju kehidupan yang sesungguhnya, bahkan ingin segera mendapat kematian karena kerinduan dan kecintaannya kepada Sang Kholiq. Dengan mengingat mati akan membuat hati lemah lembut dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia, karena dengan mengingat kematian orang senantiasa berfikir dan berusaha agar mempunyai bekal yang cukup untuk menempuh perjalanan ke kampung yang abadi. Sedang bekal untuk menuju ke kampung abadi tidak ada jalan lain kecuali dengan menjalankan Al Quran dan As Sunnah dalam peri kehidupannya.

Rasulullah memberi tuntunan pada umatnya agar selalu mengingat mati. Sebagimana sabda Beliau dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah : "Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian)". (Hr. At-Tirmidzi no.2307, An-Nasa'i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258). Kalau dilihat makna dari Hadist yang singkat ini maka akan tersurat beberapa hikmah yaitu :
  • Agar setiap orang yang beriman senantiasa mengingat mati dalam keadaan apapun dan dimanapun, seolah-olah kematian di depan mata. Karena dengan mengingat mati akan menghalangi dan menghentikan seseorang untuk berbuat maksiat.
  • Mengingat mati di saat sempit akan melapangkan hati dan mengingat mati di kala lapang/senang akan terjaga dari sifat lupa diri, sehingga selalu siap untuk menemui kematian.
  • Mengingat mati akan mencegah keresahan dan berkhayal yang tidak menentu serta akan memperoleh kelegaan hati.
Abu Hasan Al Bashri berkata: "Tidaklah hati seseorang hamba sering mnegingat mati melainkan dunia seisinya terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang di atas dunia ini hina baginya".

"Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara : bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan bersemangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara : menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup, dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekarat, kepayahan, dan kepahitan. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempatmu yang sekarang ?" (Al Qurthubi dalam At-Tadzkirzh, hal 9).

Berbahagialah mereka yang selalu mengingat mati, karena kematian akan datang dengan tidak disangka-sangka.

وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Dan Allah sekali-kali tidak akan menagguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu ajalnya." (Al Munafiqun : 11)

About The Author

alHaudh

Arek Jombang

No comments:

Leave a Reply

2012 Goodnews. All Rights Reserved. Theme By Momizat Team ~ Converted by alhaudh

Scroll to top